Do you know what justice means?
Or is it lost in broken dreams?
Where’s the wisdom that you claimed
When everything you love is maimed?
You look into the mirror now
To find a ghost, to make a vow
Is this revenge for your tragic past?
A bleeding wound that’s built to last
Thirty years of holding on
Now the hope is dead and gone
Throw your arms up in the air
To a world that doesn’t care
Hope is just a cruel illusion
Trapped inside your own confusion
You’re broken inside...
You’re broken inside...
Did you forget how failure feels?
The heavy weight that never heals
When closest friends cut out your spine
And crossed that unforgiven line
Why do you try to play the saint?
With dirty hands and fading paint?
You’re not the hero of this fight
Just pulling triggers in the night
Thirty years of holding on
Now the hope is dead and gone
Throw your arms up in the air
To a world that doesn’t care
Hope is just a cruel illusion
Trapped inside your own confusion
You’re broken inside...
You’re broken inside...
Do you want to die alone?
Crushing everything you’ve known?
You kill the sparks of someone new
Because they look so much like you
You’re broken...
Yeah, you’re broken!
Thirty years of holding on
Now the hope is dead and gone
Throw your arms up in the air
To a world that doesn’t care
Hope is just a cruel illusion
Trapped inside your own confusion
You’re broken inside...
You’re broken inside...
No more hope...
No more dreams...
Just the silence... and the screams
Sejarah lirik lagu ini
Lirik ini ku kompos ketika umur menjelang 30 tahun. Iya, mungkin judulnya terinspirasi dari ini. Tetapi tidak. Angka 30 adalah angka lain sebagai penghormatan kepada ibu yang telah membesarkan dan segenapnya. Serta angka 30 adalah kejadian kelam ketidakadilan yang di peragakan oleh dalang lain — katanya. Padahal, dalam hidup ini, bukankah hanya terdiri dari satu dalang? Lalu, dalang manakah yang di maksud?
Selama lebih kurang tiga puluh tahun, ternyata yang di simpan bukan kebahagiaan. Namun beban yang di pikul sendirian selama separuh hidup dan berakhir dengan ketidakadilan oleh orang yang merasa suci serta berkeadilan. Seperti di buka oleh liriknya. Namun, ternyata keadilan memang tidak ada. Ia hanyalah mimpi bagi konsep sang pemimpi. Sejalan dengan dialektika kepentingan yang pernah ku kompos pada beberapa tahun silam.
Bahwa setiap orang, kelompok, organisasi, dst, dll, akan selalu punya kepentingan. Orang yang merasa gagah akan selalu mengangkangi orang lemah, begitulah realitas getir kehidupan. Itulah kenapa aku selalu menjadikan orang-orang itu sebagai Lonewolf — bahwa setidaknya ia bisa bertahan dalam kenyataan hidup yang sangat keras. Dalam frasa latin terdapat istilah
"Homo homini lupus", manusia merupakan serigala bagi manusia yang lain. Ia tak pernah kenal keluarga, jika keluarga saja tak kenal, tentu saja ia tak pernah bisa berpikir dan berlaku bijaksana. Apalagi hati untuk merasa.
Why do you try to play the saint? With dirty hands and fading paint?
Setiap kata ini kelam. Meski mungkin kosa katanya tidak benar menurut pedoman berbahasa inggris. Namun, bahasa inggris ku pilih agar ia tidak langsung menampar muka-muka yang seharusnya layak di tampar untuk di sadarkan. Dengan setengah liriknya merupakan penggambaran rasa putus asa bagi seorang false saint setelah setiap hal tak seperti yang ia inginkan, terlebih jika ternyata harapan itu menggulung mimpinya sendiri.
Gabung dalam percakapan