Sumber

Ihfandi Cahyo

Semua postingan

Masih ku susuri tepi jalan dalam keramaian. Menutup mata dalam pandangan debu-debu pencumbu. Berterbangan antara kisah manis dalam hidup mereka. Bers…
Dalam perjalanan selanjutnya. Masih tegap dalam idealis utama. Meski cemohan dan ejekan bak sumbangan di tiap langkah. Belum terkikis, tidak menangis…
Pada Sebuah Jalan Ahh, iya.. Aku mengejar bayangan yang tidak pernah bisa aku berjalan bersamanya... Inginku mengeluarkan berjuta-juta kata u…
Paradigma umum semesta pastinya abstrak, Menyangkut berbagai macam ilmu pengetahuan, Baik yang sudah di ketahui atau belum di ketahui, Bahkan tidak a…
Jangan coba engkau menghitung setiap tetesan tangis perempuan, kekasih, sebab engkau tidak akan pernah tega untuk melihatnya kembali .... Teks asli d…
Buncis Hijau Shinta, pada akhirnya hal-hal yang dulu hanya di lihat atau di dengar oleh sepasang mata dan telinga ini, nantinya akan menjadi …
Berjalan menyusuri sudut-sudut kota. Di balik keramaian para pecandu cerita. Mencari ketenangan dalam derasnya bising persamaan. Yaitu kesadaran akan…
Liar yang tidak beribu dan berbapak, Di sudut-sudut kota metropolitan, Kepulan asap serta bising mesin jalanan, Menjadi kitab-kitab hidupnya, Riang w…
P: Mudik tidak kamu? J: Mudiklah, meskipun hanya selangkah kaki Mungkin Tuhan sengaja terus mengayomi budaya mudik supaya kita tidak lupa, bahwa mudi…
Teks berhasil disalin!