Sumber

Ihfandi Cahyo

Semua postingan

Seblak-Seblakan Belasan tahun dari saat ini, ibuku pernah mewanti supaya kalau sudah kerja, ingat siapapun yang dulu pernah berjasa dalam keh…
Cinta. Saat kau semakin menjauh dari raga ini. Semakin aku mengetahui bagaimana cinta sesungguhnya. Yang tidak bisa di ungkapkan kayu pada api setela…
Kasih. Lampuilah gagasan sempitmu antara kau akan kesusahan saat bersamaku. Kasih. Dikau selalu sendiri sampai kapan dan di manapun. Kasih. Keluarlah…
Kekasih, maafkan aku. Aku tidak mencintaimu, karena aku telah mencintai-Nya. Akan tetapi Dia ada dalam dirimu, karenamu adalah Dia dan Dia adalah aku…
“Cinta selalu melahirkan banyak aksara.” Aku sedang ingin berpikir yang ringan-ringan, seperti mengingatmu dan selalu merasa jatuh cinta kepadamu, Ke…
Nalika lintang tiba ing ngarepku. Gumantung rewulan wengi mesem. Ning endi paranmu cah ayu? Kangen iki wes suwe ono ning dadaku. Pinginku ora bakal a…
Ketika aku melihat cahaya terang di ujung ufuk barat. Ku pertaruhkan segenap hati dan jiwaku kepada Sang Kholiq. Aku begitu tidak kuat melihat cahaya…
Kangge Cah Ayu, Rino Wengi Iki. Saat anda menganggap saya nantinya adalah imam anda. Begitulah cara saya mengajarkan bagaimana cara anda menghormati …
Engkau jauh tidak berjarak, Dekat juga tidak bisa aku sentuh, Hanya bisa aku rasakan, Dalam setiap nafasku, Itu adalah alasan mengapa aku mengagumi-M…
Teks berhasil disalin!