Sitayana: Dialektika Cinta
Sinta, apakah itu cinta?
Apakah makna cinta yang paling umum adalah kasih dan sayang?
Jika begitu, apakah cinta butuh pengorbanan?
Mengapa harus berkorban?
Jika ada sepasang semut dan salah satu semut berkorban, pengorbanan itu adalah dirinya sendiri. Lalu dengan siapakah semut yang tersisa itu mengarungi perjalanan kembali?
Apakah pengorbanan itu juga alasan untuk tega melemparkan dalam kesendirian?
Sinta, apakah orang-orang kiri salah? Atau kita yang tak dapat memahaminya sebagai bagian dari harmoni kehidupan?
Sinta, tak ada yang dapat aku gambarkan untuk senandung jatuh cintaku kepadamu saat itu. Dalam ingatanku, engkau masa lalu dan saat ini masih sama saja. Meski secara de-facto aku masih memilikimu, namun secara de-jure engkau adalah milik Rama.
Sinta, semua orang punya masa lalu, juga semua orang punya masa kini, dan ia tak bisa lari dari sebuah kesalahan. Namun, bukan berarti engkau harus lama-lama memayungi seseorang yang bersembunyi dalam rasa nyamannya.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 1 Juli 2021.
Gabung dalam percakapan