Drama Cinta Kehidupan
Zahra: "Yah, apakah cinta tak harus memiliki?"
Ayah: "Sayang, ayah pernah sepertimu. Jatuh cinta pada seseorang dan memang seperti itulah jika kita mencintai makhluk-Nya. Kita harus siap untuk sakit hati."
Zahra: "Jika begitu, apakah aku boleh menerima cinta yang mereka ungkapkan kepadaku yah?"
Ayah: "Lihatlah bagaimana mereka memperlakukanmu, karena cinta tak hanya tentang kata. Kata-kata itu terbatas, bukan soal kata-kata cinta saat pertama adam dan hawa kembali di pertemukan di muka bumi, sayang."
Zahra: "Adakah yang selain diri-Nya, yah?"
Ayah: "Tidak ada sayang, engkau hanya sedang berpaling sekaligus belajar dari seseorang ke seorang yang lain. Dari satu bagian ke bagian yang lain untuk mengenali Cinta itu sendiri."
Zahra: "Tapi apakah itu benar?"
Ayah: "Mungkin iya, mungkin tidak. Itu bukanlah hak ayah. Tapi selama engkau merasa mendapat pelajaran dan berubah menjadi lebih baik. Ayah rasa engkau sedang baik-baik saja, sayang."
Zahra: "Apakah hal-hal yang baik untukku adalah segala sesuatu yang membuatku senang?"
Ayah: "Sejujurnya ayah tidak mengetahui mana yang baik dan buruk untuk diri kita sendiri, ayah hanya berpesan kepadamu bahwa senantiasa kita selalu berprasangka baik terhadap/kepada apapun/siapapun. Sering kali kesenangan adalah kelalaian yang menyerupai.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 1 Juli 2018.
Gabung dalam percakapan