Rembulan: Love Language
Wahai, Rembulan.
Apakah itu love language? Apakah yang di masksud itu adalah bahasa cinta?
Bukankah aku pernah berkata: aku tidak pernah benar-benar mengetahui arti atau makna cinta selain hanya namanya? Menurutku, definisi dari cinta akan bias dan akan mengurangi esensi dari cinta itu sendiri yang lebih besar dari apa saja atau setiap kata yang mendeskripsikannya. Bukankah juga, kata-kata itu terbatas, Rembulan? Itu mengapa Tuhan tidak hanya menurunkan kitab-kitab suci, tetapi juga mewarnai dunia dan semesta ini dengan keindahan yang sempurna? Langit yang indah dengan sekumpulan kumulus menggantung di sana? Ah, iya, kapan hari engkau pernah bercerita: sore ini sunset-nya bagus, bukan? Atau tempat di mana air terjun dan air matamu mengalir bersama kenangan yang tidak dapat engkau lupakan itu? Sehingga aku juga tak dapat membedakan lagi, mana air matamu dan mana air terjun yang terburai terbang ke angkasa.
Apakah engkau sedang menggap bahwa bahasa cintaku adalah berkata-kata? Seperti tulisanku yang terpahat dalam dinding-dinding sanubariku, Rembulan? Mungkin, yang aku tuliskan memang bahasa cinta, bagian dari cinta atau gayaku dalam mencinta. Mungkin juga malah bukan bagian dari cinta sama sekali. Dalam hal ini, yang akan selalu aku ingat adalah bagaimana cintaku benar untukmu dan cintamu benar untukku. Toh, di luar sana banyak ahli bahasa yang malah mempergunakan keahlian ini untuk memanipulasi caranya berbahasa. Bukankah sama seperti ketika ada ahli hukum yang kemudian ia mencari bagaimana kelemahan dari suatu hukum dan memanfaatkannya? Looks familiar?
Soal bahasa, aku tidak tahu, Rembulan. Karena terkadang menurutku bahasa memiliki keterbatasan, misalnya bahwa perbendaharaan kata antara bahasa arab, bahasa indonesia dan bahkan bahasa jawa, mungkin, ini belum mampu sejajar dengan bahasa arab. Ya, aku juga harus jujur soal ini. Apalagi soal bahasa-bahasa yang lain? Menurutku tetap saja akan memiliki keterbatasannya masing-masing.
Sedangkan cinta?
Terlalu agung untuk hanya di ungkapkan hanya dengan bahasa, kata-kata semata, Rembulan.
Tetapi jika engkau terus memaksaku untuk mengatakan apa yang aku pikirkan soal bahasa cinta, aku hanya tahu dua kata. Itu adalah kasih dan sayang, terlepas dari apakah itu kata-kata, laku, dll, dst.

Gabung dalam percakapan