Apa itu cinta, kekasih?
Apa itu cinta, kekasih?
Menurut guruku, tidak seorangpun tahu apa itu cinta selain hanya namanya saja. Orang yang dapat mengatakan cinta dari A hingga Z, tak lebih merupakan pengalaman dari apa yang telah ia alami. Demikian dapat di katakan bahwa pengalaman juga berkategori subjektif, sebab setiap orang memiliki perasaan serta cara pandang yang berbeda-beda.
Cinta itu menerima setiap kekurangan, karena menerima kelebihan dalam cinta itu sudah biasa. Ya, di sini, ku nikmati hari dengan banyak kekurangan yang selalu aku temui. Meski dalam beberapa kasus kekurangan-kekurangan tersebut dapat aku temukan solusinya.
Tidak ada beda ketika aku menggunakan LineageOS, sebuah sistem operasi mutakhir dan di kembangkan oleh komunitas besar. Ia enteng, mudah di gunakan dan selalu mendapatkan tambalan-tambalan keamanan terbaru. Tentu saja jika suatu perangkat di dukung resmi, namun jika tidak resmi apabila ada pengembang kompeten. Hal-hal yang di dapatkan pengguna resmi juga dapat di rasakan, bahkan bangunan tidak resmi acap kali mendapatkan beberapa fitur tambahan yang cukup manis.
HyperOS ini, sebuah operasi sistem yang baru beberapa bulan di perkenalkan oleh Xiaomi juga memiliki kekurangan, namun kekurangan itu aku tutupi dengan berbagai kelebihan-kelebihan yang menyertainya seperti, multitasking dengan dua jendela sekaligus dan aplikasi utama. Hal yang tidak dapat di rasakan hingga tulisan ini ditulis apabila menggunakan LineageOS atau bahkan Google Pixel, sebuah lini ponsel milik Google.
Tangakapan layar tiga jari, opsi kirim tangakapan layar serta langsung menghapus, opsi aplikasi ganda, kunci aplikasi, sembunyikan aplikasi, dll. Di mana hal-hal ini hingga Android 15 di rilis, Google tampaknya belum menyertakan fitur tersebut sebagai standar Android. Malahan terlihat, Google mulai meninggalkan AOSP sebagai fondasi komunitas Android.

Gabung dalam percakapan