Sudut Ruang Murni
Tibalah di sudut ruang murni dalam perjalanan ini.
Di tengah malam dan akulah satu-satunya yang terjaga.
Melihat wajah-wajah bengis orang-orang berkepentingan.
Ratapan-ratapan kaum minoritas.
Wajah-wajah generasi dalam kegelapan.
Aku masih sadar, bahwa aku tidak bermimpi.
Bukan juga tentang imajinasi, ini adalah mata ketiga.
Di antara kesadaran dan hayalan untuk sebuah perubahan.
— "Semarang 12 Juni 2016.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 12 Juni 2016.
Gabung dalam percakapan