Sumber

Alegori Kebangsaan

Foto: Dhilip Antony
Foto: Dhilip Antony
Terkadang, di setiap tujuan mulia seseorang terdapat satu, dua, tiga batu sandungan. Di mana batu itu adalah pondasi yang di inginkan untuk memperkuat tujuannya. Namun, malahan menjadi sandungannya. Kian ironi apabila sandungan tersebut tidak terlihat oleh mata dan hanya akan terlihat saat sudah menjadi gundukan bola salju di atas gunung.

Di jemput tetap menggelundung, di biarkan rawan menyapu setiap pijakan. Di hancurkan mengguyur setiap pasang mata. Kendati tidak seperti tak ada pilihan, hancur sama sekali menjadi abu atau hancur tinggal puing menjadi temannya dalam sepi. Inilah yang terkadang menjadi dilema oleh para pemimpin.

Lekaslah sembuh wahai bangsa yang terluka. Dalam luka yang bercucuran dan deras air matamu mengaliri sawah yang gersang. Tiada tumbuh padi, yang ada hanyalah ilalang.

Waspadalah.

君者,舟也;庶人者,水也。水則載舟,水則覆舟。(Raja adalah perahu; rakyat adalah air. Air bisa mengangkat perahu, tetapi air juga bisa menenggelamkan perahu.)
荀子 (Xunzi)
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!