Sumber

Dalam Tanda Mata

Ketika aku melihat cahaya terang di ujung ufuk barat.
Ku pertaruhkan segenap hati dan jiwaku kepada Sang Kholiq.
Aku begitu tidak kuat melihat cahaya tersebut.
Dalam tundukan ini, aku terbayang-bayang begitu sempurnanya jalan ini.
Air mataku menetes dan darahku bercuran dalam kalbu yang dalam.
Aku akan kembali, bahwa ini memang benar.
Aku berterimakasih Kepada Tuhan, atas jiwaku yang kuat.
Atas keluarga yang di berikan di sisiku, semua ini istimewa.
Kepada seluruh orang-orang terdekatku, bahwa mereka begitu spesial.
Aku berterimakasih juga kepada mereka, mereka yang menjadi guru.
Terlepas dari apapun mereka, namun ini adalah keistimewaan tersendiri.
Tuhan begitu dekat denganku, dalam nadi dan nafasku.
Aku bangga dengan orang-orang yang mencintaiku.
Aku bangga dengan mereka yang memberi kesempatan padaku.
Mereka adalah segalanya, dan segalanya adalah mutiara Tuhan.
Aku semakin dekat.
Terima kasih peringatan, kesempatan dan waktu yang masih tersisa.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 2 Juni 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!