Pekerjaan Baru Dalam Langkah Selanjutnya
Kangge Cah Ayu, Rino Wengi Iki.
Saat anda menganggap saya nantinya adalah imam anda.
Begitulah cara saya mengajarkan bagaimana cara anda menghormati seorang imam.
Apabila saya salah, maka tegurlah saya. Katakanlah bahwa itu salah.
Sebaliknya itu berlaku kepadamu, itu adalah bagian dari cinta dan kasihku.
Saya tidak akan membiarkanmu terlantar dan selalu sakit dalam banyak tekanan.
Saya membebaskan anda untuk mengeksplorasi hidup anda sendiri.
Mencari yang terbaik untuk pondasi kelurga kita yang bahagia.
Saya tidak akan membiarkan terus terdiam, saya hanya menguji bagaimana cinta, kasih dan sayang serta loyalitas anda kepada saya.
Saat anda bingung dengan sikap saya, cobalah lebih dalam mengenal saya, saya sebagai imam anda.
Saya tidak akan mengajarkan anda tentang hal mendasar dalam kehidupan.
Saya nantinya akan menuntun anda ke dalam ruang yang paling tinggi dalam hati saya.
Di sanalah anda akhirnya akan dapat melihat saya sesungguhnya, mencermati kebiasaan dan apapun yang saya lakukan.
Karena andalah satu-satunya yang bisa melewati banyak gerbang di dalam masa depan saya.
Jika anda tidak kuat, maka saya yakin anda akan lari keluar dan mencari kebebasan serta rasa aman.
Bukankah anda perlu tau? Bahwa saya akan sama halnya yang anda banyak pikirkan dan harapkan saat ini?
Anda tidak perlu tau, karena anda telah memutuskan. Antara kebaikan dan rasa mutlak kesalahan saya.
Saya tetap akan melanjutkan cita-cita kedua orang tua anda, menjadi seorang yang besar.
Apakah saya juga tidak akan bangga? mempunyai pendamping seperti anda?
Anda telah melewati banyak hal di samping saya.
Berkali-kali saya katakan, saya tidak hanya bermodalkan cinta.
Saya telah banyak menyusun rencana ke depan dengan matang.
Perlu percaya bahwa kemungkinan itu kecil, namun saya tetap akan berusaha.
Bahwa saat nanti saya bukan sekarang, dan pola pikir saya telah jauh berbeda dengan sekarang.
Saya juga pernah katakan kepada anda, siapapun akan mengkritisi langkah orang lain, karena itu bagian dari kehidupan.
Termasuk orang-orang terdekat anda, namun saya tetap bahagia.
Saya bahagia bisa melakukan yang terbaik, dan saat saya masih dalam keadaan baik. Itulah saya sesungguhnya.
Jika anda ingin bertemu saya kembali, saya masih di dekat anda.
Jauh di dalam ruang yang paling dalam, karena apapun yang anda lakukan itu sia-sia.
Saya telah banyak terlukis di dinding-dinding kehidupan anda.
Sampai akhir hayat apapun usaha anda untuk melupakan saya, itu palsu.
Apakah anda perlu tau, tentang saya lebih dalam? Tentu tidak, karena saya telah memberikan anda kisi tentang saya.
Anda hanya perlu kembali belajar dan beradaptasi, itu saja.
Sekarang saya ingin mengucapkan terimakasih atas waktu anda, perjuangan anda dalam mengenal saya lebih jauh.
Saya tidak terkejut saat pilihan anda benar-benar yakin, karena lusa juga pernah anda sampaikan dan saya tanyakan.
Saya hanya berpesan, berpeganglah yang kuat dengan idealis anda saat lari dari saya.
Anda benar-benar spesial, memberi saya banyak makna akan hidup.
Dan anda adalah salah satu kualitas yang saya banggakan, karena Tuhan mengetahui itu.
Saya semakin kuat karena Tuhan di dekat saya, selama hari-hari terakhir saya saat ini.
Dia begitu menyayangi saya dengan keadilan karena Dia maha tau.
Cinta-Nya melebihi cintaku padamu, namun itu semakin pudar.
Saya akan kembali menjadi diri saya, menjadi keinginan-keinginan saya.
Anda hanya perlu mencatat, bahwa semua tidak selalu seperti yang anda rencanakan.
Karena orang-orang itu akhirnya akan mengetahui tentang siapa.
Dan membangun pondasi seperti hari-hari yang aku pertahankan, itu tidak mudah.
Saat masih dalam keadaan normal, berbahagialah dengan ini semaksimal mungkin.
Saya percaya bahwa suatu saat anda akan mengetahui apa maksud hari-hari kebersaman yang penuh tanda tanya dari saya.
Itu membosankan bagi anda saat itu, namun di masa depan, anda akan tersadar, bahwa saya mempunyai tujuan agar anda terlatih.
Agar anda tidak terbiasa dengan sesuatu yang sudah-sudah.
Karena, saya mempunyai tantangan untuk merubah lekuk pohon yang semakin menua.
Hari ini dan beberapa tahun kedepan anda belum merasa, tapi dengan penuh keyakinan saya.
Anda sedikit demi sedikit akan merasa, tersenyumlah saat itu.
Pertanyakan lah kembali pada diri anda nanti, siapakah saya sekarang.
Karena banyak ujian berat telah menanti anda di depan.
Jika suatu saat anda melihat saya terjatuh, jangan sungkan untuk melambaikan tanganmu.
Atau apabila nanti saya telah menjadi besar, jangan sungkan juga, saya masih sama sampai kapanpun.
Namun saya tidak akan banyak bergerak, karena saya bukan yang anda kenal sekarang.
Tentu.
Anda pernah sedikit mendengar gagasan saya, ya?
Terapkanlah pada pangeran atau putri anda nanti, jika ia salah maka itu adalah kesalahan anda, jangan lupa yang saya ucapkan.
Karena ia adalah belati dalam kehidupan anda kelak, ia adalah orang yang besar.
Selamat atas pilihan besar anda dalam pertaruhan ini, anda hanya menjalaninya dan anda satu-satunya yang terjaga.
Salamkan kepada siapa saya seharusnya dapat mengucapkan malam hari ini.
Terimakasih atas perhatian dan waktu anda dalam membaca ini, karena saya sama sekali tidak mengundang anda kesini.
Ini adalah bagian dari jejak dan lukisan saya yang semakin mengeras di sana.
Selamat malam.
Ksatria Tanpa Pedang.
Bab 5 Pekerjaan Baru Dalam Langkah Selanjutnya.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 2 Juni 2016.
Gabung dalam percakapan