Dia Sang Penjaga
Kita adalah dinding-dinding yang tersekat dalam kekang,
Terkadang roboh di terpa badai,
Melepuh tak kuasa menahan panas,
Dan rata oleh air,
Dia Sang Penjaga malam dan siang tiada henti bergerak,
Terus mengatur serta membangun dinding itu,
Meskipun kita hanya bisa diam dan membisu.
Selamat siang, dinding-dinding yang terjaga.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 14 Mei 2018.
Gabung dalam percakapan