Tuhan Telah Menyiapkan Jalan
Kekasih, selalu aku katakan bahwa aku adalah salah satu orang yang percaya bahwa jalan menghindari takdir adalah jalan menuju takdir. Karena jalan manapun yang engkau pilih, itulah ketetapan Tuhan yang telah di gariskan. Selain itu, aku juga salah satu orang yang percaya seperti dawuh guruku soal menikah itu nasib dan mencintai itu takdir. Engkau dapat merencanakan untuk menikah dengan siapa, namun engkau tak dapat memilih jatuh cintamu untuk siapa. Makanya aku juga pernah mengatakan bahwa salah satu kebahagiaan terbesar di dunia adalah jika takdir jatuh cinta dan nasib menikahmu jatuh kepada orang yang sama, Kekasih.
Aah, kira-kira, itulah persimpangan jalan yang aku lihat kurang dari setahun kemarin, Kekasih. Karena jalan manapun yang aku pilih, semuanya akan bermuara kepada sebuah lautan kasih bernama Jum'at Pon. Tentu, tidak asing bagiku dengan kedalamannya dan dapat di katakan bahwa aku sudah khatam menyelami di setiap palung-palung jayanala ataupun sunyaruri yang ada. Meski cukup tampak ironis bahwa lautan ini memiliki nasib kehidupan yang getir. Jika di umpamakan seseorang, ia bertipe loyal, autentik, lugas dan orisinal. Sayangnya, jalan kehidupan yang ia lalui sangat terjal, meski begitu inilah gada yang akhirnya menempa dirinya menjadi permata.
"Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu"
— Al Kitab 3:6
Tuhan telah menyiapkan jalan.
Karena lautan tersebut memiliki banyak kesamaan, pada titik inilah aku menyadari sebuah rencana Tuhan yang paripurna. Bukankah Tuhan sendiri lautan kasih dan sayang, seperti terdapat dalam teks Bismillahirrahmanirrahim?

Gabung dalam percakapan