Berhenti Menulis?
Beberapa orang akhir ini bertanya kepadaku; apakah aku sudah berhenti menulis? Aku belum berhenti menulis, Shinta. Meski di beberapa dinding maya telah aku bubuhkan keterangan hiatus. Bahkan di tempat sampah biasanya, juga minim publikasi. Namun, bukan berarti aku berhenti menulis, Shinta. Hanya saja aku sedang mengukir nisanku di tempat yang lain.
Aku selalu percaya kata-kata guruku, bahwa dalam kehidupan ini hal terpenting adalah kebermanfaatan hidup kepada alam semesta. Begitulah esensi kehidupan yang semestinya.
Ya, mungkin, aku terlihat berhenti menulis dengan satu bahasa. Akan tetapi, aku juga sedang menulis dengan bahasa-bahasa yang lain, Shinta. Salah satu anak bahasa adalah kata-kata. Mengapa aku selalu mengatakan bahwa kata-kata itu terbatas? Ya karena ternyata di dunia ini terdapat berbagai macam bahasa — kata-kata, yang terus berevolusi. Walaupun begitu, masih saja dalam situasi dan kondisi tertentu, kata-kata tersebut tak mampu mengekspresikan isi dalam jiwa. Ah, ya. Kata-kata sebenarnya juga adalah kesepakatan juga.

Gabung dalam percakapan