Akulah Penulis, Komando, Kapten Hidupku
Dari remang-remang dan kegelapan berikutnya
Seperti ketika senja mulai menyapa
Aku berterima kasih kepada Tuhan
Atas segala kemurahan dan karunia-Nya
Saat kondisi terjatuh dan dalam kengerian
Aku belum meringis, menjerit atau menangis kencang
Ketika dalam tekanan dan kepalaku di hantam gada
Darahku bercucuran, kakiku bengkak menahan beban
Aku tak menunduk juga berhenti berjalan
Di tengah geram dan sudut kesedihan ini
Samar yang tampak hanyalah kengerian dan bahaya
Datanglah, aku tak takut menjumpa
Kemarilah, aku tak mundur sedepa
Tak penting rintangannya
Tak akan ku sesali peraduannya
Akulah penulis takdirku
Akulah komando ragaku
Akulah kapten jiwaku
Teks asli di publikasikan pada tanggal 10 November 2021.
Gabung dalam percakapan