Tuhan, Ketika Aku Berkaca
Tuhan, ketika aku berkaca-kaca.
Aku kembali menyadari bahwa Engkau Maha Sempurna. Engkau yang telah menyempurnakan wajahku, jangankan hanya wajah, Engkau pula yang menyempurnakan kehidupanku. Jangankan pula hanya kehidupanku, Engkau telah menyempurnakan segala sesuatu.
Dalam kaca yang berkaca, itu ternyata adalah Engkau
Engkau yang sempurna dan paripurna
Keindahan abadi yang melekat dalam diri, inilah salah satu kemurahan-Mu. Bukankah menjadi pribadi yang selalu ingat denga-Mu, mesra dengan-Mu, juga adalah salah satu kenikmatan di dunia? Sebab tak semua orang selalu dapat merasakan kehadiran-Mu dalam setiap detiknya? Jika memang begitu, tak apa Engkau cabut segala nikmat-nikmat lain dariku. Bukankah dekat dengan-Mu adalah dekat dengan pemilik alam ini? Untuk apa aku menjadi takut akan segala sesuatu?

Gabung dalam percakapan