Cerita Soal Takdir
Dari bilik ngeri di atas ngarai
Ku intip keadaan dengan nafas tak berirama
Detaknya kencang seperti jam dinding pengingat takdir
Gelap gulita dengan sinar rembulan
Menyinari setiap arah mataku memandang
Penuh awas
Rasanya seperti mimpi
Namun sesekali ku cubit tanganku sendiri
Oh tidak, aku merasakan cubitanku
Walaupun gelap seperti malam tak bertepi
Sudah lama ku yakinkan diri
Supaya selalu berdamai dengan takdir
Karena jalan menghindari takdir adalah menjemputnya
Dan jalan menyingkirkan takdir ialah mencintainya

Gabung dalam percakapan