Rembulan: Engkau Lihatlah Keindahan-Keindahannya Saja
Rembulan, biasanya engkaulah tempatku bercerita akhir ini. Namun karena saat ini masih sore, wajahmu yang anggun itu belum menampakkan diri.
Rembulan, beberapa waktu kemarin, aku sempat di kata mirip orang Solo. Duh, tentu saja aku tidak enak, bukan? Bahkan dalam sebuah tulisanku saja, aku merasa tidak enak jika bertemu dengan orang-orang dari pusat Mataram ini. Di mana sekarang telah menjadi beberapa daerah seperti Yogyakarta, Solo dan sekitarnya. Apalagi dikira orang sana, tidak pantas, lah. Aku tahu diri.
Rembulan, tetapi jangan pernah lupa, aku pernah berkata kepadamu, bahwa apapun di dunia ini selalu memiliki sisi gelapnya masing-masing. Sama seperti daerah di atas yang masa kini di kenal dengan Kota Pelajar. Meski begitu, ketika engkau bercerita tentang lelaki yang sempurna itu di sana, aku senyum-senyum dalam gelap dan sunyinya malam. Mengapa? Engkau tidak perlu tahu saja, biarkan gelap dan hitam dunia ini aku bawa sendiri. Engkau lihatlah keindahan-keindahannya saja.

Gabung dalam percakapan