Sumber

Kesempatan Datang Sekali



Guruku pernah berkata, Gong. Kalau Tuhan itu Ke-Maha-annya lebih luas lagi, ndak cuma 99 itu (ke-100 adalah namamu). Misalnya seperti Maha Guyon, Maha Asyik, Maha Pencemburu, dst, dll.

Dulu ada orang bercerita ke aku, bahwa gawai miliknya mau di tukar los-losan dengan Xiaomi 13T. Begitu aku di kabari, langsung tanpa banyak pikir, aku bilang: gasken. Ternyata eh ternyata, ia sudah menolak Redmi Note 13 Pronya buat di tukar. Heuheuheu.

Aku ingat betul, sampai-sampai, karena ia tak mau, biar aku saja, meski aku jual gawaiku buat beli sekenan Redmi Note 13 Pro juga tak apa buat di tukar 13T tersebut, ternyata yaa, kesempatannya datang cuma sekali saja. Guyonan tenan.

FYI, Gong. Setelah aku cukup banyak makan Somay ini, kelas yang mereka berikan memang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Setidaknya aku pernah mencicipi Somay yang belakangnya angka sampai kelasnya Redmi belakangnya huruf. Mau di cari-cari dari sudut manapun tetap kerasa bedanya, Gong. Kata anak zaman sekarang: no debate.

Namun, soal kesempatan, aku selalu percaya akan komposan lamaku, bahwa Tuhan tak pernah bermain-main mendesain kehidupanku, kehidupanmu, kehidupan kita semua. Kesempatan kali ini hilang, akan ada kesempatan yang mirip atau bahkan lebih baik lagi dari hari lalu, percayalah.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!