Sumber

Pembantu-Mu, Pelayan-Mu, Pesuruh-Mu



Tuhan, maafkan aku karena harus memilih jalan yang penuh nanah dan darah ini. Jika bukan jalan ini yang aku tempuh, lalu jalan manalagi, Tuhan? Sepanjang jalan ini aku selalu menangis meski kucuran air mataku tak terlihat, aku hanya selalu percaya kepada-Mu bahwa Engkau akan selalu, selalu dan selalu hadir membantuku. Itulah yang aku percaya, yang aku pegang sekuat tenagaku, Engkau di sini, Engkau hadir menolongku di saat yang tepat, itulah Engkau yang tak pernah ingkar.

Tuhan, aku tau, jalan ini bukanlah yang landai, tetapi terjal, penuh kubangan dan rintangan yang sangat sulit. Tetapi apakah dayaku sebagai pembantu-Mu, pelayan-Mu dan pesuruh-Mu ini? Bagaimana aku dapat menolak? Jika aku menolak, akan kepada siapa lagi aku mencari Raja yang layak serta pantas bila bukan Engkau? 

Tuhan, aku tahu bahwa Engkau sudah mengetahui daripada aku. Engkau tentu tahu apa yang akan aku pinta, apa yang akan aku ucapkan. Tetapi, aku akan mengucapkannya, aku akan menyungkurkan mukaku di hadapan-Mu, supaya semua orang tahu, aku bukanlah apa-apa, aku bukanlah siapa-siapa. Semua yang ada dalam diriku semata hanya karena belas kasih-Mu, hanyalah milik-Mu semata, segalanya karena Engkau meridhoinya. Sedangkan setiap kesalahan, karena aku tak cakap melaksanakan perintah-Mu.

Tuhan, bantulah aku melewati kehidupan yang ngeri ini. Genggamlah tanganku, karena aku tak dapat melewatinya sendirian. Engkaulah alasanku tetap tersenyum kepada orang lain. Engkaulah alasanku tetap membantu orang lain sedangkan aku sangat-sangat membutuhkan. Tuhan, jangan tinggalkan aku kedinginan dalam beratnya beban di pundakku. Bukankah segalanya karena-Mu? Maka, tatkala aku tak sanggup, akan aku kembalikan lagi kepada-Mu. Tuhan, bawalah aku ke tepian pantai, kini aku sudah sangat lelah dan letih untuk terus mendayung perahuku di tengah samudera yang mengikat ini. 

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!