Sitayana: Zaman Berjalan Begitu Cepat
Zaman kini, itu teknologi berjalan begitu sangat cepat, Shinta. Berbeda dengan belasan tahun lalu dari saat ini. Zaman itu, kita harus menunggu seorang master untuk menyelesaikan satu masalah bagi para junior. Itu-pun, terkadang master hanya muncul dan memantau keadaan komunitas atau komentar. Belum lagi kondisi sang master tersebut. Jika kondisinya tidak terlalu baik, maka ia juga enggan membeberkan kunci untuk menyelesaikan masalahnya.
Kini, orang-orang hanya perlu memerintah AI untuk bertanya, bertukar pikiran, bahkan sudah memungkinkan untuk hal-hal diluar apa yang bisa dikerjakan oleh manusia pada umumnya.
Tentu tidak salah, Shinta. Namun, AI zaman kini tetap masih perlu pengetahuan dari manusia tersebut yang menggunakan. Ia belum sepenuhnya "jiwa". Mungkin, ini hanya soal waktu, karena zaman di mana satu menit-pun berguna atau bahkan satu detik-pun adalah waktu yang tak harus dibuang sia-sia. Maka engkau memalingkan muka sebentar saja, dunia sudah meninggalkanmu dalam sepi.
Di saat zaman yang serba cepat ini, mungkin beberapa lorong-lorong sekolah juga mulai perlu beradaptasi. Sebab analisis data saja, kini tidak perlu dimulai dari nol, misalnya pembersihan data, pengolahan, penyesuaian, penyajian, dst. Cukup ada data, bersih atau tidak, berikan keahlian dan perintah yang tepat. "Jadi, maka jadilah."
إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu.
Dunia berjalan begitu cepat, Shinta. Merem sedikit saja sudah tertinggal jauh. Waspadalah.
Gabung dalam percakapan