Sumber

Tentang Rahasia Yang Bukan Rahasia



Masih berlanjut dengan rahasia. Meskipun sebenarnya bukanlah rahasia lagi.

Pasti, setiap orang yang membaca tulisan ini sudah pernah merasakan tes/ujian/sejenisnya baik di sekolah atau di manapun. Berbicara mengenai ujian dan sejenisnya, tentu sebelumnya kita telah menjalani proses belajar mengajar dari berbagai bab yang akan di ujikan. Pada akhirnya kita akan mendapatkan kisi-kisi mengenai apa yang akan di ujikan, meskipun sebagian tidak memberikannya.

Dalam tulisan ini kita tidak akan menyinggung hal-hal yang bersinggungan dengan akademisi, namun lebih ke intermezzo dan mengenang apa yang telah kita lakukan di masa lalu.

Silakan, kita mulai dengan do'a sesuai dengan kepercayaan masing-masing, lalu kumpulkan energi, kenangan baik ataupun buruk, dan apapun itu yang sebelumnya telah kita lalui, lakukan. Biarkan mereka tetetap dalam imajinasi kita, lalu perlahan kita meraba satu persatu dari mereka. Di sinilah letak rahasianya, bisa jadi dari sekian juta kumpulan energi tersebut terdapat beberapa objek yang sebetulnya itu merupakan suatu pertanda, gambaran tentang apa yang akan kita lalui di kemudian hari. Sudah ketemu? Atau malah belum menemukan sesuatu apapun di sana? Cobalah ulangi dan pastikan tubuh kita dalam keadaan rileks.

Jika kita bisa menemukan beberapa saja, kita dapat menyadari dan tentu merenungkan bahwa dari sekian banyak tersebut ada sebuah benang-benang yang saling berkaitan layaknya pembahasan bab-bab di sekolah, lalu di ujikan, lulus, di angkat ke tingkat yang berbeda. Begitu terus menerus.

Di atas adalah tentang masa lalu, baik pembelajaran dan pengajarannya serta ujian-ujian yang telah kita lalui, sedangkan hari ini kita akan mendapatkan hikmah dari apa yang telah kita lakukan. Pun demikian, jika kita telah menyadari dan benar-benar merenungkan segala sesuatu yang telah kita lakukan, lalui. Tentu, hari ini dari apa yang kita lihat, kita rasakan dari semua panca indra adalah sebuah proses dari sebuah sistem yang berjalan terus menerus sesuai kehendak Illahiah. Kita tak hanya dapat pelajaran akan tetapi juga pengajaran yang bisa saja di suatu hari nanti kita akan di uji dengan bab dan materi yang sama, yang pernah kita temui, lihat dan rasakan oleh panca indra di hari yang lalu.

Jika kita masih ingat di kelas kita dahulu, akan ada banyak karakter unik yang membangun suatu individu dengan yang lainnya. Ada yang berbeda dan ada pula yang sama. Demikian pada saat ujian, ada yang berwajah ceria, ada pula yang masam. Bisa kita ketahui bahwa wajah-wajah ceria itu lahir dari proses kesenangan, kegembiraan yang pada dasarnya lahir dari sebuah kenikmatan. Begitu sebaliknya dengan wajah-wajah yang masam, mereka kehilangan kesenangan dan kegembiraan yang pada dasarnya lahir dari rasa tak menikmati sesuatu (sebuah proses). Persamaan adanya ujian dari sebuah sistem yang kita singgung di atas adalah terkadang kita juga tidak menyadari bahwa itu sebuah ujian, karena kita merasa senang, dapat menikmatinya. Begitu sebaliknya, jika kita merasa lemah, masa bodoh, dan sebagainya, kita baru akan sadar bahwa ini sebuah ujian.

Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan sedikit gambaran bahwa setiap orang dapat melakukannya dan dengan terus menerus mengaksesnya, pada akhirnya kita dapat dengan mudah memahami kondisi-kondisi yang terjadi di sekitar kita.

Sekian, semoga bermanfaat untuk kita semua. Manfaat itu datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika ada kesalahan, penulis memohon maaf. Jika pembaca tidak setuju, juga tidak apa-apa, silakan di lupakan, karena penulis memang tidak pernah lahir dari akademisi atau institusi manapun, penulis bukanlah siapa-siapa di banding dengan pembaca semua.

Maturnuwun.
Rahayu mulyaning jagat.

Teks asli di publikasikan pada tanggal 20 September 2018.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!