Masih Ku Tempa Diriku
Kini malamku seperti satu abad dalam perjalanan hidup.
Di mana dari detik ke detik, nafasku dan pandanganku masih sama.
Antara mendung dan cerah gemerlap bintang, masih tetap sama.
Aku masih anak muda kemarin sore yang berupaya menua.
Dengan cara tersendiri, penuh rintang dan halangan.
Ku tatap langit-langit dengan pandangan kosong.
Apa artinya hidup ini tanpa Cinta?
cinta? iya Cinta.
Bicara tentang cinta? Oh harus kah?
Selamat malam kekasihku, di manapun kau berada.
Masih ku tempa diriku dan ku cakapkan perilakuku untuk meminangmu.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 12 Juni 2016.
Gabung dalam percakapan