Sumber

Kembali Ke Ndeso Bersama Saudara Tua

Gambar: Lạc Liil
Gambar: Lạc Liil
“Heuheuheu. Kalau kamu pernah nggak sih, Truk terheran sama orang-orang yang misalnya sekolah tinggi-tinggi malah balik ke desa ambil cangkul?”

“Ya heran, ya nggak sih. Tooh, kata orang hidup itu pilihan. Minimal kita masih punya pilihan untuk tidak ikut campur keputusannya, misal yo ndak terlalu kepo “Udah sekolah tinggi-tinggi, buang-buang duit, ehh, ambil cangkul juga.”

“Iya, sih. Kalau gitu, itu yang salah orangnya atau yang punya prasangka seperti itu? Aku juga bingung? Tapi aku juga mau keluar dari sirkel tersebut, minimal aku buang juga pertanyaan awalku ini.”

“Yaa, bagaimanapun, alam itu saudara tua manusia, kan? Kalau kembali bersenang-senang dengan saudara tuanya, juga apa yang salah? Toh pendidikan kadang juga cuma lahan bisnis aja, yang penting cuan dan cuan. Isinya ada, tapi hanya retorika semata.”

“Ahh, kalau soal kritik mengkritik. Aku sudah poso, sejak aku paham bahwa aku...ahh, sudah-lah, itu termasuk pilihan dan jalanku. Lebih baik kita jalan aja, cepet kamu duluan, di depan jembatannya cuma dari bambu setapak aja soalnya.”


Teks asli di publikasikan pada tanggal 14 Juni 2021.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!