Kangen dan Rindu
Kupandangi kembali lembaran-lembaran hidupku ke belakang.
Antara perjalanan panjang kesedihan dan kebahagiaan aku dan kamu.
Aku tidak pernah tau, bahwa sedetik pun sesuatu bisa berubah.
Saat senja mulai berganti malam.
Aku sering melamun, bahwa itu seperti mimpi.
Beberapa kesalahanku dan kau pun tau tentang ini.
Saat di mana kau adalah satu-satunya yang menolongku, aku masih ingat.
Begitupun dengan perjalanan dalam blok-blok ini.
Kita sudah sering melaluinya, sering menciptakan satu kenangan.
Aku tidak pernah berpikir bahwa aku satu-satunya.
Yang ada hanya kamu selalu memberikan yang terbaik di depanku.
Dan aku pun tau.
Kasih, saat aku menatap wajahmu yang anggun.
Aku pikir kau akan menemaniku dalam perjalanan selanjutnya.
Membawaku menuju sesuatu yang lebih tinggi dari sebelumnya
Serta menggoreskan banyak cerita terbaik dalam hidup.
Kasih, jika kamu bertanya?
Semua jawaban ada di mataku.
Kamu pernah bercinta, dan segala hal tentang hidupmu.
Itu adalah aku, ketika kita telah bersatu melewati satu malam pertama.
Melewati bayang-bayang neraka, aku selalu berpikir.
Akan aku perbaiki suatu saat nanti.
Pada akhirnya yang ku lihat hanyalah senyum terakhirmu.
Perjalanan terakhir yang aku antarkan harapan di ujung cerita.
Suatu malam di bawah pohon yang rindang, itulah kecupan terakhirmu.
Akhirnya aku menemukan jawaban, bahwa memang selama ini aku bukan satu-satunya
Teks asli di publikasikan pada tanggal 16 Juni 2016.
Gabung dalam percakapan