Jiwaku Yang Sederhana
Di tengah padang semakin gersang.
Aku titipkan rindu dan kasihku untuk-Nya.
Tanpa bekal dan tanpa modal.
Inilah jiwaku yang sederhana.
Kasihku bagai api dalam rintik hujan
Sayangku terikat nestapa di jurang dalam.
Cintaku dan Cinta-Mu masih kekal.
Karena ku tidak akan mati dalam rantai kekang.
Ku lepas rindu di bawah indah pesona-Mu.
Di depan senyuman indah lakuku.
Aku adalah yang terlupakan zaman.
Aku adalah sisa-sisa kehidupan.
Kehidupanku tergilas sosial.
Aku masih berdiri, bersama kasih-Mu.
Belum merintih atas lukaku.
Aku tidak terluka, karena aku telah menyatu.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 6 Juni 2016.
Gabung dalam percakapan