Ponokawan: Ngaliyan Gate
Konon, di China sudah memiliki pelabuhan berbasis robotika dan AI. Di negaramu ini, palang lalu lintas saja masih di jaga beberapa orang, Gong. Pantas saja, pernah ku baca bahwa negaramu ini tertinggal sekian puluh tahun dengan negeri Tirai Bambu tersebut. Cukup miris, bukan? Tapi yo ndak papa, wes.
Mana posnya kurang memadai, bayangkan kalau hujan deras seperti air matamu. Malahan ia ikut tersapu bersama tetesan alirannya. Udah petugasnya kehujanan, masih perlu mantau palangnya, aman tidak. Meski ya, palang ini aneh menurutku, sih, Gong. Gimana tidak? Palang ini masuk tepat ketika sudah melewati tikungan. Alhasil, kendaraan besar yang udah kadung masuk, kalau mau mundur ini susah. Karena apa? Ya karena kalau udah masuk, di belakang ada mobil atau motor, gimana mau mundur, coba?
Menurutku, pembuatan palang ini tuh kurang kajian deh, Gong. Berkemungkinan ya tanggapan cepat atas beberapa tragedi di beberapa bulan ke belakang yang terjadi tersebut. Jadi alih-alih di anggap masyarakat tidak kerja, mending buat aja dan kasih petugas jaga biar terlihat ada tanggapan yang cepat. Meski, begitulah hasilnya ....
Gabung dalam percakapan