Sumber

Lawatan Para Avengers

Sun Tzu - Seni Berperang
Sun Tzu - Seni Berperang
Konon, Rek. Sekarang sedang ada lawatan Avengers ke negeri yang memiliki peradaban berkelanjutan tertua di dunia — setidaknya sejauh yang aku tahu, ya, Rek. Karena bisa jadi dugaanku keliru. Di mana coba? Ya, tempat di mana tokoh dalam buku yang sedang aku baca ini lahir dan menulis buku legendaris berjudul Seni Berperang. Siapa lagi kalau bukan Sun Tzu dari Tiongkok.

Berperang, peperangan, itu tak lepas dari intrik politik dan ironinya politik itu tak pernah kenal keluarga, Rek. Politik secara umum dapat ku jelaskan sebagai seni dan ilmu untuk meraih, mempertahankan, serta menggunakan kekuasaan guna mengatur masyarakat dan mencapai tujuan kolektif. Coba lihat, kalau dalam keluarga besarmu sudah ada benih-benih politik, keadilan, kebajikan dan kebijaksanaan ini tak akan pernah ada. Kenapa? Karena perpolitikan selalu mempunyai tujuan — personal, kelompok dan golongan, dst. Bentuk politik ringan adalah perpeloncoan bahwa tukang cuci piring biasanya dari strata bawah, Rek.

Avengers datang ini ya bukan kebetulan, lha wong Sun Tzu pernah berkata: puncak keahlian tertinggi bukanlah memenangkan seratus pertempuran, melainkan menaklukkan musuh tanpa harus bertempur di medan perang. Si Avengers ini hobinya perang mulu kan, Rek. Tau sendiri. Sedangkan ia datang ke tempat di mana buku legendaris itu di baca mulai dari tingkat kelas sosial rendah, bisnisman, politikus hingga militer. Ya, jelas, harus bawa semua palu gada, dong.

Dalam beberapa hari atau pekan, seharusnya pertemuan ini sudah memiliki efek di ranah global, Rek. Jadi, tunggu saja. — dunia akan selalu sama, hanya saja peradaban dan zamannya yang berkemungkinan berbeda, namun isinya akan tetap sama. Gitu-gitu saja.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!