Sumber

Jalan Yang Patah

Sekuat tanganku, kan ku goreskan cerita.
Mimpi di balik sebuah drama.
Menyelimuti seluruh asa yang penuh luka.

Keringatku bercucuran saat menceritakan itu.
Kembali menulis, walau darah deras mengalir di tanganku.
Setiap detik, itu adalah nafas-nafas terakhirku yang tersisa.
Jangan menangis, aku masih ada .…

Masih ingat?
Saat kita lalui awan biru dalam hari-hari itu?
Atau saat di antara kita terjatuh dan masih ada tangan yang ada?
Hey…! Jangan melamun, aku masih di depanmu.

Malam berbintang yang pernah kita rasakan?
Pergi bersama dalam alam yang berbeda.
Kembali bertemu saat mentari bersinar.
Sambil bercerita, apakah kita sempurna?

Akan aku temui kedamaian hati.
Bertahanlah, jangan menyerah, seperti purnama menembus kalbu.
Jiwaku terus berjuang melawan pikiranku.

Apakah aku bermimpi, saat engkau berjalan di atas pecahan kaca?
Dan lupa dengan apa yang layak di pertahankan serta pantas untuk di perjuangkan?
Aku masih di sini.

Ku menyusuri jalan sepi dalam gelap ini.
Jangan bersedih, aku masih tertawa berseri-seri mengingat itu.
Semakin menjauh menuju kedamaian, di sini aku menunggu mu.
Aku akan selalu ada di manapun, dan akan menghantui di setiap langkahmu.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 16 Mei 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!