Jadwal Menulis Kini Mulai Teriris
Dulu itu aku punya jadwal menulis, kan, Gong. Sepertinya urutannya seperti ini:
Malam Senin: ramayana
Malam Selasa: Ponokawan
Malam Rabu: Sitayana
Malam Kamis: Puisi
Malam Jum'at: Ki Demang
Malam Sabtu: Puisi
Malam Minggu: Rahvayana
Biasanya setiap tema tulisan-tulisan tersebut aku ekstrak dari pengalaman di hari yang sama. :-P Kalau tulisan ramayana itu pakai R kecil, tidak salah tulis. Memang itu sengaja setelah terdapat kejadian besar menimpa, Gong — mulai setahun ke belakang.
Sekarang, ternyata memang benar, bahwa seseorang semakin menua, itu tingkat produktifitasnya menurun. Sejauh ini, karena waktu, Gong. Bukan yang lain. Mungkin juga jika di masa muda sudah menjadi palu gada, di masa tua ingin menikmati hidup, Gong. Yaa, biar saja tulisan hanya satu, dua, karakter lagi. Toh, biasanya, semakin menua kan semakin bijaksana, Gong? Benar?
Tetapi tidak dipungkiri bahwa pikiran ketika semakin menua itu banyak melupa, Gong. Beralih fokus sebentar saja, yang lama sudah lupa. Jadi, yaa, ya pesan buat anak muda bahwa manfaatkan masa mudamu untuk berkarya. Syukur-syukur, karyamu dapat menjadi jalan kehidupanmu di masa depan. Sebab, bukankah sesuatu yang dilakukan dengan dasar kesenangan ini dapat membuat kenyamanan? Selain nyaman, rasanya tidak ada alasan lagi untuk seseorang bertahan, Gong — dalam apapun kondisinya.

Gabung dalam percakapan