Manifesto Fajar Dan Senja
Kehidupan ini tak hanya tentang uang, jabatan, pengakuan, dll, kekasih. Mengapa engkau menyesal dengan pekerjaanmu sekarang? Keras dan pendapatan pas-pasan. Mengapa engkau tak berpikir bahwa bisa saja ini cara Tuhan memberikanmu aset di kehidupan yang akan datang? Bagaimana jika ternyata gajimu yang lain sudah di persiapkan Tuhan untuk kehidupan yang akan datang? Bagaimana jika ternyata karena engkau tak punya dan bekerja dengan keras, itu adalah salah satu cara Tuhan memberikan jalan untukmu bersedekah sebab engkau tak punya harta untuk disedekahkan? Mengapa parameter yang engkau pakai selalu ukuran dunia saja? Bukankah engkau percaya adanya kehidupan setelah kematian? Mengapa engkau tak lagi percaya bahwa apapun pekerjaanmu engkau harus berdo'a? Apakah di dalam do'a itu tak ada kata yang mengatakan bahwa sesungguhnya hidupmu adalah untuk Tuhanmu? Lalu jika hidupmu untuk Tuhanmu lantas mengapa engkau merasa tak nyaman jika gajimu pas-pasan? Bukankah Tuhan masih menyisihkan sesuatu untukmu selain gaji yang bersifat duniawi semata? Bukankah ada hal lain lagi? Renungkanlah, lihatlah semesta. Ada fajar untuk semangat, juga ada senja untuk merenung.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 18 Maret 2021.
Gabung dalam percakapan