Sumber

Kebodohan Yang Memerdekakan

Heuheuheu.
Kekasih, ndak usah malu latar belakangmu apa. Dalam kehidupan ini masa lalu cuma tampil di spion aja, kekasih. Hampir tak pernah terlihat bahkan jika itu ada di langit. Mengapa? Sebab apapun yang engkau lihat di langit, saat malam, bintang-bintang yang indah dengan segenap nuansanya hanyalah masa lalu. Mengapa juga manusia lebih banyak melihat ke depan dari pada ke langit.

Heuheuheu.
Kekasih, aku di sini tak ada yang percaya bahwa aku cuma tamatan kejar paket C. Saat mereka tak percaya, aku hanya bisa larut dalam tawanya. Aku tak berbohong, inilah cara Tuhan membuat kita semua tertawa dan menangis. Kunci hidup adalah engkau tak boleh puas begitu saja, bahkan saat engkau bisa menggapai angkasa. Saat engkau keluar dari perguruan tinggi ternama, yang bersamamu hanyalah ragamu. Sesuatu hal yang lain berjatuhan setelahnya. Sama saat engkau lahir bahkan dalam kematian. Saat engkau lahir mungkin engkau dapat menangis dan menggenggam bersumpah menaklukkan dunia, tetapi tak ada yang bisa engkau lakukan setelah mati selain penyesalan.

Heuheuheu.
Kekasih, tak usah malu siapa engkau, tak ada yang perduli itu. Jadilah pendengar yang baik bagi setiap orang, sebab setiap orang siapapun itu selalu punya ruang tersendiri dalam hatinya. Jadilah engkau teman dalam sepinya, apapun jabatannya, seberapa banyak hartanya, ia hanyalah manusia yang masih punya ruang sunyi. Rangkulah jiwanya.

Heuheuheu.
Kekasih, sudah sering di katakan dan bahkan tertulis turun temurun bahwa kepandaian itu seperti sabit. Tak di asah maka tak mempan. Siapapun engkau, pasti Tuhan menyelipkan sesuatu dalam dirimu. Itu mengapa engkau harus menepis rasa malumu. Mungkin orang lain di luar sana yang bernasib lebih baik darimu, tak punya apa yang bisa engkau lakukan. Saat engkau tak punya ijazah, bukan berarti engkau tak punya kemampuan apapun. Sebabnya engkau tak boleh minder. Ijazah hanyalah soal pengakuan lembaga, bagaimana bisa pengakuan sosial di bandingkan dengan lembaga? 

Heuheuheu.
Kekasih, aku sebenarnya tak pintar. Aku hanyalah orang bodoh, engkau baru melihat aku dari satu sudut saja, belum keseluruhan. Karena kebodohanku itulah banyak orang yang mengajakku berdialog, sebab mereka pasti tak akan merasa di pinterin lagi. Jadi, semua yang hadir dalam hidupmu itu tak kebetulan. Semua yang hadir mempunyai karakter terbaik mereka, itulah yang coba Tuhan tunjukkan kepadamu.


Teks asli di publikasikan pada tanggal 18 Maret 2021.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!