Dari Hari Ke Hari



Dari hari ke hari
Seperti dinginnya malam ke malam
Kabut pekat menyelimuti
Namun aku tiada rasa untuk meringkuk dan tetap berdiri

Di balik gelap yang lelap
Pandanganku terbatas, namun mataku masih tetap awas
Tak terasa suntikan angin ataupun turunnya hujan
Semua telah menyatu dalam nafasku dan menjadi selimut kalbuku

Saat tiba pada jurang yang curam
Kakiku tak gemetar atau meringis, bahkan menangis
Takut adalah temanku dalam setia
Inilah takdirku, inilah jalanku

Betapa muskil jalan yang harus di lalui
Aku tetap menebar senyum nan seri
Pantang untuk memperlihatkan susah hati
Semua inilah alasanku tetap berdiri sebagai abdi

Raja, jika hanya dengan menghukumku Engkau dapat tertawa
Maka hukumlah aku
Aku tak ingin melihat senyum palsu yang sesungguhnya Engkau sedang mencampakkanku
Sampai habis keringatku ku peras
Dan sampai mendidih darahku dalam pacu
Aku terima segala hukuman-Mu
Engkaulah pemilik samudera pengampunan
Dan di sanalah aku masih punya harapan

Kendal, 9 Januari 2022


Teks asli di publikasikan pada tanggal 9 Januari 2022.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa