Sumber

Ponokawan: Stempel ASMARAKACAU



Aku kira rintik hujan yang membasahi bundaran Wilhelmina, senantu, Gong. Ternyata itu adalah tetesan air mataku sendiri. Waaaah.

Sebelumnya, di sepanjang jalan Prof. Dr. Hamka, aku di cut sama kuda besi lain, Gong. Perasaan yang kaget langsung jadi senyuman berkat di belakang kudanya memiliki stempel "ASMARAKACAU". Waaah, sungguh berat ternyata ujian hidup si penunggang kuda, ia sampai memberikan stempel tersebut di kudanya. Ini mirip stempel plat-plat pribadi yang punya kode seperti RF-RF'an itu, meski konon kode tersebut sudah di hapus oleh lembaga bangsamu ini, Gong. Bisa juga kode-kode lain, misal ada pita putih di belakang kendaraan yang sedang jalan kencang, ini biasanya mereka sedang kejar waktu sebab keluarganya ada yang meninggal dunia.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!