Menunggu Senja Dalam Bingkai
Zahra: "Yah, kalau kemesraan itu apa yah?"
Ayah: "Kemesraan itu ya seperti kamu dan ayah. Kadang kalau kamu nakal, ayah marahin kamu dan setiap kasih serta sayang ayah ke kamu itu adalah kemesraan, nak."
Zahra: "Apakah hanya itu yah?"
Ayah: "Masih banyak kemesraan-kemesraan yang lain, nak. Bahkan bisa jadi setiap kejadian yang kamu alami adalah bentuk kemesraanya Tuhan kepadamu."
Zahra: "Mengapa bisa begitu yah?"
Ayah: "Karena setiap kejadian tidak luput dari pengetahuan-Nya nak. Itulah mengapa Tuhan diibaratkan sangat dekat dengan urat nadi kita."
Zahra: "Sedangkan romantis itu apa yah?"
Ayah: "Romantis itu seperti saat kamu beraktivitas sesuai dengan kemampuan dan kemauanmu, nak. Ayah tidak memaksa kamu harus seperti ini dan seperti itu, ayah percaya kepadamu bahwa kamu sadar mempunyai tanggung jawab pada dirimu sendiri."
Zahra: "Sepanjang itu yah?"
Ayah: "Kurang lebih seperti itu nak, sebagaimana Tuhan. Dia tidak pernah memaksa siapapun untuk menyembah-Nya, sebab menyembah-Nya atau tidak sama sekali tidak membuat untung atau rugi untuk-Nya, sayang."
Zahra: "Lalu apa hubungan kemesraan dan keromantisan untuk anak seumuranku yah?"
Ayah: "Hubungannya cukup sederhana, sayang. Lakukanlah semua yang dapat kamu lakukan dengan bersandar kepada Tuhan dan engkau pada akhirnya akan mengetahui kegelisahanmu selama ini."
Teks asli di publikasikan pada tanggal 14 November 2018.
Gabung dalam percakapan