Dalam Sebuah Tangis
Dalam sebuah tangis yang aku rasakan.
Dimana kesendirian perlahan membunuh keyakinanku.
Kadang aku berpikir, untuk apa Tuhan mendatangkan mu untuk ku.
Aku banyak berbeda dengan yang kamu pikir dan harapkan.
Namun semua itu terlanjur...
Ceritakanlah kepadaku apa yang sebenarnya terjadi denganmu?
Mengapa kamu tega membohongi dirimu sendiri?
Apakah kamu pikir berlari denganku adalah rasa aman?
Atau kah, rasa yakin mu telah hilang oleh caramu berpikir?
Aku tulis lirik ini dengan darah dan air mata.
Keringatku bercucuran, bukan suatu masalah bagiku.
Aku selalu berjuang, karena aku selalu ingat, kamu adalah motivasiku.
Dan, agar aku bisa lihat kamu bisa tersenyum.
Apakah kamu sedang bermain?
Apakah kamu yang aku pikirkan?
Aku terlalu jauh, banyak menghayal...
Dan aku sadar, aku bukan satu-satunya.
Janganlah menangis..
Karena aku pun selalu berbesar hati, untuk satu alasan.
Darahku, keringatku, dan airmataku adalah perjuanganku.
Bahkan, saat aku jauh darimu nanti. Tetaplah tersenyum.
Teks asli di publikasikan pada tanggal 23 November 2015.
Gabung dalam percakapan