Sumber

Syair Kopi, Cawan Kekosongan



Di cawan hitam pekat, tersembunyi alam
Bukanlah kopi semata, namun cermin malam
Buih di bibirnya, bagai jiwa yang berpasrah
Mengajak jiwa merenung, dalam sunyi gundah

Wahai pecinta, pandanglah dalam diam
Bukanlah hitamnya pahit, melainkan surga terpendam
Setiap tetesnya, merupakan bisikan rahasia Illahi
Mengajakmu tenggelam, dalam cinta yang suci

Seperti kopi yang larut, dalam air yang panas
Begitulah hati merindu, melebur tiada batas
Kegelapan ini, bukanlah tanpa cahaya
Namun tirai yang menyingkap, keindahan semesta

Minumlah tegukan ini, dengan ruh yang terbuka
Rasakan pahitnya dunia, yang berujung bahagia
Sebab dalam kosongnya cawan, terlukis makna yang dalam
Sebuah perjalanan jiwa, menuju hakikat yang paripurna

Maka, biarkan cawan ini menjadi saksi
Betapa dalam keheningan, kita menemukan diri
Kopi ini, wahai kekasih, adalah jembatan fana
Menuju samudera cinta, yang abadi dan sempurna
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!