Gerimis Di Lesung Pipimu
Sejak sore gerimis menetesi lesung pipimu, Sinta
Mengaliri celah-celah tersembunyi di dalam kalbu
Membasuhnya layaknya dedaunan yang layu di ujung temaram
Kemudian terjatuh dan terus jatuh menggores permata
Malam semakin dekat
Sedekat satu pasang mata yang menatap kepada kerinduan
Melihat nun di setiap rintik
Menembusnya meskipun pekat
Lalu menyimpannya supaya lekat

Gabung dalam percakapan