Sumber

Air Mata Kehidupan



Selalu terpinggirkan..
Di dekati hanya ketika di butuhkan..
Di tinggalkan setelah di pakai..
Ohh, nasibku yang malang.
Nasib-nasib senyawa dalam kehidupan.

Kesabaranku tidak dapat di beli dengan nilai.
Apalagi di tukar dengan ambisi.
Akulah sumber kekayaan, simbol kemakmuran.

Dalam sebuah pertempuran, akulah pengantar utama para tirani.
Dalam goresan luka, akulah penyejuk asa.
Dalam kalut air mata, akulah pembias citra.
Namun, aku selalu terlupakan..
Dan akhirnya aku di anggap musuh dan perlawanan.

Akulah air..
Akulah air mata kesedihan.
Akulah air mata perjuangan.
Akulah air mata kesuksesan.
Akulah air mata hati.
Akulah air mata dunia.
Dan.
Akulah air mata ku sendiri.
Yang hidup, dan mencoba bermimpi dalam hidup.

Teks asli di publikasikan pada tanggal 20 Juni 2016.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!