Sitayana: Merajam Hati
![]() |
| Gambar: Indonesia Kaya |
Iya, benar, pergilah, Shinta.
Jangan pernah menoleh ke belakang lagi, atau menghampiriku lagi. Kejarlah apa yang dapat engkau kejar, raihlah apa yang dapat engkau raih. Kehidupan ini sangat mahal, Shinta. Dalam realitas kehidupan ini juga tak akan kenyang hanya dengan cinta. Kehidupan ini sangat keras, jangan pernah menjadi budak cinta yang lemah. Engkau selama ini bersamaku hanya di cekoki oleh kata-kata cinta semata, Shinta. Tentu itu membuatmu bosan dan muak. Kata pepatah, cinta itu harus di perjuangkan. Ya, kata-kata itu hanya akan menjadikanmu wanita yang lemah, wanita yang tak punya gairah dalam melihat kenyataan dunia ini. Maka, pergilah, jangan pernah kembali lagi.
Iya, benar, Shinta.
Carilah lelaki yang dapat menggandeng tanganmu menyusuri setiap taman-taman yang indah. Karena aku tak akan bisa seperti itu, aku terlalu banyak kekurangan jika dibandingkan denganmu sebagai wanita yang anggun jelita paripurna.
Iya, benar, Shinta.
Meski melupakanmu sama saja merajam hatiku sendiri, tidak apa. Akan aku tadah aliran darahnya supaya Tuhan menyempurnakan kembali.

Gabung dalam percakapan