Benarkah ini?
Buat aku yang jarang ke masjid, Jum'at kemarin saat rasa kantuk mulai melanda, tiba-tiba muazin melantunkan azan. Reflek wajahku langsung berpaling menuju tempat berdirinya seorang tersebut. Itu bukan berarti ia salah baca atau salah nada atau suaranya jelek atau bab-bab lain. Tetapi aku kaget dan dalam hati bergumam: benarkah ini?
Iya, sebab muazin tersebut memakai gaya nada azan milik Bilal bin Rabah, seorang yang menghiasi tulisanku sejak bertahun-tahun yang lalu. Benar, karena aku termasuk orang yang mengaguminya. Jadi sangat hafal bagaimana iramanya. Meski ia kini tak ada, tetapi jiwanya telah berkobar menyala ke mana-mana, termasuk masjid tempatku membuang kantuk di hari Jum'at kala itu. Nada yang menyentuh jantung hati tersebut memang layak untuk mencabik-cabik pendosa sepertiku.

Gabung dalam percakapan