Senja Menyapa
Saat senja mulai menyapa, ku rebahkan dirimu di antara tangis dan cakrawala, Kekasih.
Tidak ada pengorbanan dalam cinta, sebab dalam cinta tidak ada apapun yang akan hilang, termasuk jika itu adalah tangis dan peluhmu, Kekasih.
Mencintai adalah menyerahkan dirimu kepada pemilik terali kasih dan sayang, Kekasih. Padanya engkau menitipkan suka serta dukamu yang mengenang.
Ketika engkau tertawa, ingat jua bagaimana engkau dapat bersedih, Kekasih, yang menyakitkan bukanlah perpisahan. Tetapi mengapa harus ada perjumpaan?
Anggun wajahmu terukir dalam kalbu, suara manis bibirmu terpahat dalam pilar hidupku, namun, takdir tak pernah menemui titik temu, Kekasih.
Harus menangis pada siapa bila dirimu hanyalah kasturi yang semerbaknya terbawa oleh tuannya, Kekasih?
Selain dalam do'a, tak ada lagi alasanku menemuimu, Kekasih. Sebab dalam do'a-lah aku berani menatapmu.


Gabung dalam percakapan