Nona
Shinta, ada seorang gadis yang cantik nan anggun. Iya, ini bukan dugaanku saja, karena aku pernah menatapnya berjarak sekitar lima jari, cukup dekat. Bahkan goresan bedaknya aku dapat melihat jelas bagaimana ia menatanya dengan kehati-hatian. Meski tanpa bedak saja, berlian tetaplah berlian, atau bila semua sebatas dugaan, biasanya aku meminjam kata mungkin, tetapi dengan lugas dan tandas, aku katakan demikian. Sebab sudah bukan perkiraan, melainkan kesaksian.
Setiap kecantikan dan keanggunan, pastikan menyimpan rahasia. Karena ini sudah rumus semesta, Shinta. Bahwa setiap hal memiliki rahasia. Tendensi yang mengatakan hanya objek tertentu, hanyalah sebuah pengelompokan berdasarkan konteks.
Aku perkenalan saja namanya Bila, seperti bila rindu tak kunjung menemui titik temu, maka akan aku sebrangi air mataku sendiri tuk menjumpaimu. Ya, hanya itu nama yang ia katakan kepadaku, tidak kurang dan tidak lebih. Malahan, aku yang beberapa kali mengajukan kepanjangan, kendati sepanjang nestapa yang kan ku alami, kan ku jaga kangenmu sampai nanti.
Ia memiliki rahasia, seperti rembulan di tengah malam. Kita mungkin dapat selalu melihat keindahan senyumnya, tawanya, kerlingan matanya, lesung pipinya, manis bibirnya dan keelokan lain darinya. Tetapi jangan engkau pandangi dalam-dalam, Shinta.
Rembulan yang menyinari hening malammu sebenarnya adalah benda yang juga sedang dalam kesendiriannya. Jangan membasahi pipimu dengan tangis, Shinta, bukan karena kecantikanmu akan luntur. Tetapi rembulan akan sangat merasa tersayat jikalau matamu sembap.
Begitu pula mentari yang menyinari jendela kamarmu, Shinta. Apakah karena keceriaannya, cahanya, engkau merasa bahwa ia sedang baik-baik saja? Tidak, Shinta. Ia sedang berproses, bergerak, berpikir, berencana, dan ber-ber-ber-lain yang keniscayaan hanyalah milik Sang Pencipta.
Belakangan, dalam dimensi maya, aku lihat wajahnya dengan nama Novia. Mungkin ini semacam kehidupan paralel, Shinta. Sepertimu yang dahulu bernama Wedawati. Walau sejujurnya aku tahu, bahwa engkau adalah Dewi Laksmi yang sedang menyamar. Kesamaan lain darimu adalah sama-sama memiliki banyak penyamaran, mungkin, esok aku akan menjulukinya dengan Nona. Sebuah akronim.


Gabung dalam percakapan