Sumber

Bukan 6G, dst. Tetapi Langsung Atap Langit



Tak kirain bakal ada 6G, 7G, 8G, dst, Truk.
Tapi ternyata lompatnya terlalu tinggi, itu melompat sampai ke atap dunia. Iya, di langit.

Setelah Iphone 14 sekeluarga di kabarkan mendukung jaringan satelit, kurang lebih setahun setelahnya Huawei si anak malang juga meluncurkan gawai dengan dukungan satelit.

Baru-baru ini Google, selaku orang tua angkat Android juga merilis kode serta dukungan untuk komunikasi langsung dari satelit. Edan!

Bisa jadi, kurang dari lima tahun ke depan. Gawaimu yang masih terkoneksi dengan BTS-BTS (Base Transceiver Station) atau gampangnya kita sebut tower jaringan, udah usang alias kuno. Bukan lagi jadul.

Kemungkinan juga, dunia layanan internet akan berubah. Bila biasanya kita punya langganan untuk gawai, wifi di rumah, dan perangkat bergerak lain. Besok, kita hanya cukup berlangganan satu layanan saja yang paketnya sudah menyeluruh dan dapat di pergunakan di mana saja. Mungkin juga dapat lintas negara tanpa perbedaan tarif. Ngeri, bener.

Kondisi demikian akan langsung menghantam industri telekomunikasi konvensional lama apabila tidak melakukan modernisasi perangkat, dst. Di mana di situ ada operator, penyedia sewa tower, rekanan bisnis ke bisnis, dll.

Di sisi lain juga menguntungkan pengguna internet secara umum. Tetapi, akan menjadi tantangan bagi masyarakat dunia mengenai dampak-dampak yang akan di timbulkan dengan adanya layanan satelit. Mengapa? Karena akan banyak satelit yang di luncurkan untuk "memantulkan" transmisi komunikasi dari pengirim dan penerima.

Apabila kini hanya ada satu penyedia dengan jumlah satelit aktif misalnya 20rb orbit. Mungkin tidak menjadi masalah karena belum padat untuk skala luar angkasa. Tetapi bagaimana jika besok penyedia internet lain juga akan berlomba-lomba bersaing untuk memanfaatkan peluang ini? Juga tak kalah ngerinya bilamana saat kita tertidur tiba-tiba ada komponen menghantam rumah kita, meski klaim tertentu mengatakan bahwa satelit dapat seratus persen terbakar di langit sebelum menyentuh bumi.

Ngeri.
Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!