Nasib, takdir, dan level
Tidak perlu mentertawakan nasib orang lain yang tidak mujur, kekasih. Dalam pelbagai naskah kuno dituliskan, bahwa semakin tinggi pohon maka anginnya semakin kencang. Jangan-jangan yang sedang engkau tertawakan nasibnya, level kehidupannya lebih tinggi darimu?
Juga, perkara nasib mujur dan nasib malang hanyalah kacamata manusia. Mungkin, jika setiap nasib malang di bukakan rahasianya, maka setiap manusia juga dapat menerimanya dengan lapang dada. Seperti halnya nasib mujur yang selalu di terima dengan riang gembira.
Padahal, setiap penciptaan selalu memiliki alasan.

Gabung dalam percakapan