Mentertawakan Tawamu
Heuheuheu. Ndak usah ikut ngetawain temenmu yang mungkin sekarang nasibnya kurang mujur. Ndak usah ikut ngomongin temenmu yang sekarang hidupnya sedang berantakan. Tetaplah ingat bahwa Tuhan Maha Guyon. Bisa saja Tuhan membalikkan keadaannya tanpa hitungan detik. Tapi tak begitu, sebenarnya sama saja. Keadaan apapun adalah tetaplah bentuk kasih dan sayang Tuhan kepada hamba-Nya. Untuk mengajar orang-orang di sekitarnya juga, saat engkau mentertawakannya sama saja engkau sedang mentertawakan cara Tuhan bekerja. Simpanlah tawamu untuk mentertawakan dirimu sendiri, bertemanlah dengan dirimu sendiri, mungkin engkau sudah lama tak mengenal dirimu sendiri. Setiap orang akan mengalami masa-masa sulit tersebut, apakah itu akan menimpamu esok, saat engkau sudah punya anak dan anakmu ndak mujur serta berantakan hidupnya, atau saat engkau tua nanti? Tak ada yang tau, sama seperti saat Tuhan menuntunnya, sebab tuntunan tak harus menggandeng tangan. Permata tetaplah berkilau meskipun di lemparkan di atas lumpur. Simpan tawamu, tertawakan dirimu, lihatlah sekitarmu dan di sanalah engkau kan temukan kehidupan lain yang membuatmu merenungkannya.
Gabung dalam percakapan