Dear Mantan
Bibir ini selalu tersipu malu ketika mengingatmu
Apalagi bila hari-hari akhir engkau menjadi mantanku
Di saat itulah rasa campur aduk menguji
Bukan pusing sebab ke mana hati akan berlabuh
Namun sejujurnya, pintu kehidupan yang lain telah terbuka
Dear mantan
Bila rindu dapat aku susun
Niscaya, kan ku tadah air matamu
Mengumpulkannya menjadi lautan kangen
Dear mantan
Sudah seharusnya rasa terima kasih ku ucapkan
Sebab engkau t'lah temani jiwa ini
Menyusuri segala medan yang sepi penuh ngarai
Dear mantan
Mungkin, aku masih bisa membalas murah hatimu
Kendati yang dapat aku balas bukanlah kasih dan sayangmu
Karena ia bukanlah tenaga, pikiran, dan waktu
Demikianlah hutang hidupku padamu
Dear mantan
Mari bergandengan tangan lebih erat
Lantaran setelah ijab ujian semakin kuat

Gabung dalam percakapan