Sumber

Penelitian: Kebahagiaan



Kekasih, setiap penelitian kebahagiaan yang tidak menempatkan negaramu minimal lima besar, itu termasuk penelitian yang kredibilitasnya perlu di pertanyakan.

Bagaimana tidak bahagia? Tiap bangun pagi tidak di kejar-kejar tenggat waktu. Meski bermacet-macetan, nyatanya ngobrol sambil jalan merayap atau menghabiskan rokok juga sudah bahagia. 


Jika di negara lain banyak orang stres karena kerja, engkau setiap sampai tempat kerja-pun masih dapat mendahulukan ngopi dan bercerita tentang mimpimu yang tragis semalam.


Jangankan itu, lubang-lubang yang berada di jalanan-pun malah di jadikan lelucon sebagai bahan bakar tawa.


Ketidakmampuan wakil rakyat dalam mewakili aspirasi masyarakat juga di anggap sebagai tempat bermain kanak-kanak.


Di mana ketidakbahagiaan itu, kekasih? Mengapa ranking negara bahagia selalu di wakili orang-orang yang serupa? Orang-orang yang butuh pengakuan bahwa ia adalah masyarakat yang paling bahagia? Apakah anggapanku bahwa setiap hal adalah subjektif juga dapat di legitimasikan untuk objek bahagia?

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!