Rahvayana: Ouranos
Shinta, langit adalah saksi dari setiap tangis dan tawa di dunia serta di belahan dunia manapun. Setiap hal yang terjadi di bumi, langit selalu menatapnya, melihatnya dengan awas serta seksama.
![]() |
| Sebuah dahan pohon di sekitar Tawangsari - Kota Semarang |
Menatap langit adalah melihat masa lalu sekaligus memandang masa depan.
Di tempat kita berpijak ini, terkadang banyak hal yang tidak dapat kita saksikan bersama-sama. Karena setiap kejadian terkadang terjadi secara bersamaan. Tetapi bagi langit, tidak ada limitasi tersebut. Bahkan engkau dapat merasakan anyir, darah, nanah, peluh, dst dari setiap yang terlihat oleh langit.
Di langit juga tempat di mana spektrum-spektrum di pantulkan untuk tujuan tertentu.
Dan, jangan pernah salah, Shinta. Bahwa langit begitu luas, sebabnya langit juga di abadikan dalam sastra. Salah satunya: di atas langit masih ada langit. Sama luasnya dengan mikro semesta yaitu, manusia. Setiap manusia memiliki banyak-banyak hal yang terkadang tidak dapat di jangkau oleh manusia lain. Sebabnya juga hari ini engkau bertanya kepadaku mengapa aku selalu menatap langit.



Gabung dalam percakapan