Sumber

Banjir

Banjir di sebuah perkampungan Semarang Timur, 2023


Gambar ini aku potret di Kota Semarang saat banjir melanda beberapa wilayah, tepat pada tanggal 3 Januari 2023.

Mengapa aku potret?

Bila orang dewasa menganggap banjir sebagai sesuatu yang mengerikan, maka kedua bocah ini menyambut datangnya banjir dengan sukacita, tertawa dan menyelami keruh air menggenang diantara air mata mereka.


Mungkin, suatu saat nanti mereka akan menjadi pionir-pionir kesadaran mengenai pentingnya penanggulangan banjir atau malah menjadi pelopor pencegahan. Akan tetapi bisa jadi juga mereka akan menjadi orang-orang yang berbudaya dan hidup berdampingan setiap tahun dengan yang namanya banjir.


Mengapa?

Karena kesadaran-kesadaran alamiah ataupun instingnya sudah luntur dan menjadi gen yang di wariskan.


Sebab, dalam masalah-masalah umum seharusnya juga menjadi PR bagi setiap orang. Baik itu masyarakat dan pemerintahan.

Bukan siapa-siapa. Hanya pejalan biasa
Teks berhasil disalin!