Seblak-Seblakan, Mendefinisikan Ulang
Belasan tahun dari saat ini, ibuku pernah mewanti supaya kalau sudah kerja, ingat siapapun yang dulu pernah berjasa dalam kehidupan kita, Kekasih. Sebab, saat kita sudah kerja artinya kita punya pendapatan, yang berarti sudah saatnya kita memberikan balik apa yang telah kita terima. Meski, kata guruku lagi-lagi, bahwa hutang yang tak bisa di bayar adalah hutang rasa. Sudah sering, kan, aku mengatakan demikian?
Akan tetapi, saat makan seblak-seblakan ini, rasanya aku sudah perlu mulai mendefinisikan ulang hal-hal di atas karena mengingat dan menimbang. Sebab di dunia ini, semua isinya hanya kepentingan. Engkau yang sudah usang dan tak masuk dalam kerangka kepentingan, maka akan di sisihkan. Akan hal-hal ini, kita juga harus siap mengantisipasi, Kekasih.
Akan kepada siapa lagi? Ke mana lagi? Jika bukan diri kita sendiri yang mengambil keputusan-keputusan? Baik dalam situasi mudah ataupun sulit?
Gabung dalam percakapan